Feels like INSOMNIA...
Kalau menurut saya sih, lagu Craig David yang satu ini memang enak didengar, mungkin karena beat lagu ini cenderung cepat sehingga nggak bikin badan jadi loyo, lemes, lemah, letih, lesu, dan lunglai, walau memang sebenarnya ini lagu galau, berikut sedikit cuplikannya
"Because i can't sleep til you're next to me
No i can't live without you no more...
Oh i stay up til you're next to me
Til this house feels like it did before...
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah..."
Craig David - Insomnia Lyrics | MetroLyrics
eiittt...tapi saya disini nggak sama sekali niat buat konser, cuma sedikit memaparkan satu lagi hal yang menarik dari lagu ini selain beat tadi, yap sesuai judulnya INSOMNIA. Jenis penyakit satu ini, adalah salah satu jenis penyakit yang paling mengganggu dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Hmmm...padahal banyak sih yang menyepelekannya, emmm, mungkin karena penyakit ini sudah terlalu 'pasaran', bisa menjangkiti siapa saja, dan tanpa keluhan atau tanda-tanda berarti, katanyaaaa.
Sebelum lebih jauh lagi, baiknya mari kita kupas sedikit tentang seperti apa sih Insomnia itu? Dan kapan kita dikategorikan Insomnia?
Here we go...
Insomnia adalah suatu keadaan gangguan tidur yang memiliki ciri-ciri, susah tertidur, sering bangun di tengah
malam dan susah untuk tertidur kembali, terlalu cepat bangun, dan merasa capek ketika bangun tidur
Klasifikasi Insomnia terbagi menjadi beberapa bagian tergantung dari segi mana kita menilainya. Jika dilihat dari kondisi awal kesehatan pasien, maka terbagi menjadi Primary Insomnia (tidak disebabkan/berkaitan langsung dengan gangguan kesehatan penderita) dan Secondary Insomnia (berkaitan dengan hal-hal lain, seperti kondisi kesehatan yang kurang baik, misalnya penyakit asma, kanker, dll). Sedang bila dilihat dari seberapa lama diderita dan seberapa sering penyakit menyerang, maka dapat dibagi menjadi Insomnia Akut (terjadi dalam jangka pendek, selama 1 malam sampai seminggu), dan Insomia Kronik (terjadi dalam jangka panjang, lebih dari 3 malam dalam seminggu selama sebulan atau lebih).
Apa sih yang menyebabkan seseorang bisa terkena Insomnia?
1. Stress apalagi sampai depresi. Ini bahaya!!! Selain Insomnia, juga bisa GILA!!! GILA!! GILA!!! haha.
2. Faktor luar, seperti suara bising, pencahayaan, suhu, dan lain-lain yang membuat kita tidak nyaman.
3. Beberapa jenis obat, seperti pada pengobatan demam, alergi, tekanan darah tinggi, asma, dan lain-lain.
4. Jadwal tidur yang tidak teratur, seperti kebiasaan begadang karena nonton film korea. hihi...
5. Penyakit-penyakit lain yang membuat tidur tidak nyaman atau malah tidak bisa tidur.
Seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, Bahayanya penyakit ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang cukup mengkhawatirkan, mulai dari menyebabkan seseorang cepat lelah, cepat tersinggung (mungkin karena kurang segar, g enak badan, jadinya sensi, hii..), kurang konsentarasi, hingga menyebabkan tekanan darah tinggi, kurangnya tolerasi glukosa, mengurangi sensitivitas insulin, serta penyakit jantung. Wooowww!!!
Bila sudah begini? bagaimana cara mengatasinya?
Pengobatan Konvensional/Sintetik
Sebagai catatan, semua obat tidur dapat menyebabkan ketergantungan.
Diphenhydramine. Bekerja pada reseptor histamin di otak sehingga menyebabkan kantuk. Durasi 4-6 jam (kantuk bisa bertahan lebih lama). Efek samping dapat berupa kantuk di siang hari, kebingungan dan kesulitan buang air kecil pada orang tua. Resiko ketergantungan rendah.
Selective GABA Medicines, seperti Ambien (zolpidem tartrate), Ambien CR (zolpidem tartrate extended release), Lunesta (eszopiclone), Sonata (zaleplon). Bekerja dengan cara mengikat jenis tertentu reseptor GABA di otak. Durasi 6-8 jam. Efek samping biasanya pada beberapa orang akan menderita gangguan memori, halusinasi, dan perubahan perilaku. Resiko ketergantungan sedang (biasanya rendah)
Sleep-Wake cycle Modifiers, yaitu Rozerem (ramelteon). Bekerja dengan cara menstimulasi reseptor melatonin di daerah otak yang mengontrol siklus bagun tidur. Durasi 4-6 jam. Efek samping dapat berupa sakit kepala, mengantuk, pusing; jarang, masalah dengan gairah seks; kehilangan mens atau masalah hamil. Resiko ketergantunga rendah.
Benzodiazepines, contohnya Ativan (lorazepam), Halcion (triazolam), Restoril (temazepam), Valium (diazepam), Xanax (alprazolam). Bekerja dengan cara mengikat reseptor GABA umum di otak. Durasi bervariasi (mulai dari 4 jam hingga lebih dari 12 jam). Efek samping dapat berupa sedasi, koordinasi otot, pusing. Resiko ketergantungan tinggi.
Tricyclic Antidepressants, seperti Adapin (doxepin), Aventyl (nortriptyline), Elavil (amitriptyline), Pamelor (nortriptyline), Sinequan (doxepin), Trazodone (desyrel). Mekanisme kerja berikatan dengan reseptor otak multiple termasuk asetilkolin; penenang. Durasi belum ada data. Efek samping dapat berupa pusing, penglihatan kabur, kesulitan buang air kecil, aritmia jantung mungkin. Intekasi dengan Trazodone dapat menyebabkan ereksi menyakitkan yang berkepanjangan. Resiko ketergantungan rendah.
Sedangkan untuk pengobatan alternatif (herbal)-nya contohnya sebagai berikut:
Madu. Madu mengandung asam amino triptofan yang membantu tidur menjadi lebih berkualitas. Caranya dengan biasakan meminum 1 sendok makan madu yang dicampur teh atau susu, serta mengonsumsi madu hangat sebelum tidur
Pala. Dapat dikonsumsi dalam bentuk teh pala atau kapsul-kapsul herbal yang telah beredar (yang terbukti aman loh!). Senyawa aromatik myristicin, elimicin, dan safrole sebesar 2 - 18% yang terdapat pada biji dan bunga pala bersifat merangsang tidur (halusigenik) dengan dosis kurang dan 5 g. Jangan banyak-banyak, sebab bila mengonsumsi sekitar 8 g (setara dengan dua biji) pala, akan berubah sifat menjadi narkotik yang berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawa.
Buah ceri. Di suatu studi, para partisipan meminum 8 (delapan) ons jus buah ceri asam di pagi hari dan makan 8 (delapan) ons lagi di malam hari, selama dua minggu, dilaporkan bisa tidur lebih baik. Buah ceri itu banyak mengandung melatonin, suatu zat yang bisa memberi efek mengantuk. Jika anda tidak suka meminum jus, anda bisa makan semangkuk buah ceri sebelum tidur.
Lemon Balm (Melissa officinalis), tanaman sejenis mint beraroma lemon ini sudah sering digunakan sebagai obat tidur. Keuntungan tambahan dari tanaman ini adalah baik untuk pencernaan dan bisa sebagai penenang. Caranya dengan meminum seduhan dengan menghangatkan 1 – 2 sendok teh tanaman lemon balm ke dalam secangkir air panas selama 5 – 10 menit. (Jika anda sedang dalam pengobatan thyroid, bicarakan ke dokter anda, karena dengan meminum teh ini, berarti dosis pengobatan anda harus disesuaikan lagi).
Jika anda tidak suka lemon balm, coba tanaman herbal lain, seperti Sage (Salvia officinalis), tanaman ini juga berguna sebagai obat tidur alami. Hangatkan 4 sendok teh tanaman ini ke dalam secangkir air panas, saring lalu hangatkan kembali untuk diminum.
Chamomile dan Valerian, juga berguna sebagai obat tidur, sudah banyak dijual bebas di toko-toko.
'Lebih baik mencegah daripada mengobati begitulah himbauan kesehatan yang sering terdengar di telinga kita, yang harusnya sih...tidak hanya didengar tapi perlu realisasinya dalam kehidupan kita. In this case, Insomnia salah satunya. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa dicoba untuk mencegah insomnia:
Pertama, Cobalah untuk tidur pada jam yang sama setiap malam, karena tubuh manusia memang dirancang dengan jam biologis dan membutuhkan rutin tidur yang baik. Kebiasaan yang baik akan menjadikan diri kita teratur.
Kedua, Cobalah untuk meningkatkan aktivitas Anda di siang hari, termasuk aktivitas seperti olahraga teratur. Dengan lebih aktif di siang hari, Anda akan lebih mudah untuk terlelap di malam hari. Peredaran darah akan lebih lancar dan tubuh akan membutuhkan istrirahat.
Ketiga, Hilangkan semua kecemasan ketika tidur. Jangan biarkan diri Anda memikirkan kesalahan yang telah Anda perbuat tadi siang. Lepaskan semua beban berat yang ada di hati! Sangat penting, minta maaf bila merasa telah berbuat salah kepada orang-orang disekitar sebelum tidur, dan sebaliknya tentu saja melapangkan hati dan memberi maaf untuk orang-orang yang berbuat salah kepada anda.
Keempat, Kurangi makan dan minum berlebihan sebelum tidur, juga sebaliknya jangan tidur dalam keadaan lapar sekali atau kering kerontang. Hal ini bisa sangat menganggu kenyamanan anda. Menghindari beberapa jenis makanan dan minuman tertentu, seperti yang mengandung kafein dan nikotin (rokok) kadang perlu untuk beberapa orang, walau memang beberapa tipe lainnya tidak ngaruh dengan hal ini.
Kelima, Buatlah suasana kamar tidur kita senyaman mungkin. Bisa dengan cara mengatur tingkat pencahayaan, dimatikan lebih baik agar tubuh lebih relaks, begitu juga dengan mengatur suhu dan kelembapan, sesuai pilihan yang kita inginkan (yang mungkin hanya berlaku untuk segelintir orang saja ^^).
Keenam, Sebelum tidur, hindari aktivitas yang membuat penasaran, seperti nonton film yang berepisode atau chattingan dengan topik berantai. ckckck...
Terakhir dan yang paling utama, Berdo'alah sebelum tidur semoga tidur kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Jangan lupa berwudhu, hal ini berguna untuk membersihkan dan merelaks-kan tubuh kita dari rutinitas sebelumnya.
Demikian, semoga Bermanfaat!!! Dan katakan Selamat tinggal Insomnia...! FIGHTING! ^_^
Sumber: Beberapa artikel kesehatan, seperti http://www.webmd.com dan lain-lain.
"Because i can't sleep til you're next to me
No i can't live without you no more...
Oh i stay up til you're next to me
Til this house feels like it did before...
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah..."
Craig David - Insomnia Lyrics | MetroLyrics
eiittt...tapi saya disini nggak sama sekali niat buat konser, cuma sedikit memaparkan satu lagi hal yang menarik dari lagu ini selain beat tadi, yap sesuai judulnya INSOMNIA. Jenis penyakit satu ini, adalah salah satu jenis penyakit yang paling mengganggu dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Hmmm...padahal banyak sih yang menyepelekannya, emmm, mungkin karena penyakit ini sudah terlalu 'pasaran', bisa menjangkiti siapa saja, dan tanpa keluhan atau tanda-tanda berarti, katanyaaaa.
Sebelum lebih jauh lagi, baiknya mari kita kupas sedikit tentang seperti apa sih Insomnia itu? Dan kapan kita dikategorikan Insomnia?
Here we go...
Insomnia adalah suatu keadaan gangguan tidur yang memiliki ciri-ciri, susah tertidur, sering bangun di tengah
malam dan susah untuk tertidur kembali, terlalu cepat bangun, dan merasa capek ketika bangun tidur
Klasifikasi Insomnia terbagi menjadi beberapa bagian tergantung dari segi mana kita menilainya. Jika dilihat dari kondisi awal kesehatan pasien, maka terbagi menjadi Primary Insomnia (tidak disebabkan/berkaitan langsung dengan gangguan kesehatan penderita) dan Secondary Insomnia (berkaitan dengan hal-hal lain, seperti kondisi kesehatan yang kurang baik, misalnya penyakit asma, kanker, dll). Sedang bila dilihat dari seberapa lama diderita dan seberapa sering penyakit menyerang, maka dapat dibagi menjadi Insomnia Akut (terjadi dalam jangka pendek, selama 1 malam sampai seminggu), dan Insomia Kronik (terjadi dalam jangka panjang, lebih dari 3 malam dalam seminggu selama sebulan atau lebih).
Apa sih yang menyebabkan seseorang bisa terkena Insomnia?
1. Stress apalagi sampai depresi. Ini bahaya!!! Selain Insomnia, juga bisa GILA!!! GILA!! GILA!!! haha.
2. Faktor luar, seperti suara bising, pencahayaan, suhu, dan lain-lain yang membuat kita tidak nyaman.
3. Beberapa jenis obat, seperti pada pengobatan demam, alergi, tekanan darah tinggi, asma, dan lain-lain.
4. Jadwal tidur yang tidak teratur, seperti kebiasaan begadang karena nonton film korea. hihi...
5. Penyakit-penyakit lain yang membuat tidur tidak nyaman atau malah tidak bisa tidur.
Seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, Bahayanya penyakit ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang cukup mengkhawatirkan, mulai dari menyebabkan seseorang cepat lelah, cepat tersinggung (mungkin karena kurang segar, g enak badan, jadinya sensi, hii..), kurang konsentarasi, hingga menyebabkan tekanan darah tinggi, kurangnya tolerasi glukosa, mengurangi sensitivitas insulin, serta penyakit jantung. Wooowww!!!
Bila sudah begini? bagaimana cara mengatasinya?
Pengobatan Konvensional/Sintetik
Sebagai catatan, semua obat tidur dapat menyebabkan ketergantungan.
Diphenhydramine. Bekerja pada reseptor histamin di otak sehingga menyebabkan kantuk. Durasi 4-6 jam (kantuk bisa bertahan lebih lama). Efek samping dapat berupa kantuk di siang hari, kebingungan dan kesulitan buang air kecil pada orang tua. Resiko ketergantungan rendah.
Selective GABA Medicines, seperti Ambien (zolpidem tartrate), Ambien CR (zolpidem tartrate extended release), Lunesta (eszopiclone), Sonata (zaleplon). Bekerja dengan cara mengikat jenis tertentu reseptor GABA di otak. Durasi 6-8 jam. Efek samping biasanya pada beberapa orang akan menderita gangguan memori, halusinasi, dan perubahan perilaku. Resiko ketergantungan sedang (biasanya rendah)
Sleep-Wake cycle Modifiers, yaitu Rozerem (ramelteon). Bekerja dengan cara menstimulasi reseptor melatonin di daerah otak yang mengontrol siklus bagun tidur. Durasi 4-6 jam. Efek samping dapat berupa sakit kepala, mengantuk, pusing; jarang, masalah dengan gairah seks; kehilangan mens atau masalah hamil. Resiko ketergantunga rendah.
Benzodiazepines, contohnya Ativan (lorazepam), Halcion (triazolam), Restoril (temazepam), Valium (diazepam), Xanax (alprazolam). Bekerja dengan cara mengikat reseptor GABA umum di otak. Durasi bervariasi (mulai dari 4 jam hingga lebih dari 12 jam). Efek samping dapat berupa sedasi, koordinasi otot, pusing. Resiko ketergantungan tinggi.
Tricyclic Antidepressants, seperti Adapin (doxepin), Aventyl (nortriptyline), Elavil (amitriptyline), Pamelor (nortriptyline), Sinequan (doxepin), Trazodone (desyrel). Mekanisme kerja berikatan dengan reseptor otak multiple termasuk asetilkolin; penenang. Durasi belum ada data. Efek samping dapat berupa pusing, penglihatan kabur, kesulitan buang air kecil, aritmia jantung mungkin. Intekasi dengan Trazodone dapat menyebabkan ereksi menyakitkan yang berkepanjangan. Resiko ketergantungan rendah.
Sedangkan untuk pengobatan alternatif (herbal)-nya contohnya sebagai berikut:
Madu. Madu mengandung asam amino triptofan yang membantu tidur menjadi lebih berkualitas. Caranya dengan biasakan meminum 1 sendok makan madu yang dicampur teh atau susu, serta mengonsumsi madu hangat sebelum tidur

Buah ceri. Di suatu studi, para partisipan meminum 8 (delapan) ons jus buah ceri asam di pagi hari dan makan 8 (delapan) ons lagi di malam hari, selama dua minggu, dilaporkan bisa tidur lebih baik. Buah ceri itu banyak mengandung melatonin, suatu zat yang bisa memberi efek mengantuk. Jika anda tidak suka meminum jus, anda bisa makan semangkuk buah ceri sebelum tidur.
Lemon Balm (Melissa officinalis), tanaman sejenis mint beraroma lemon ini sudah sering digunakan sebagai obat tidur. Keuntungan tambahan dari tanaman ini adalah baik untuk pencernaan dan bisa sebagai penenang. Caranya dengan meminum seduhan dengan menghangatkan 1 – 2 sendok teh tanaman lemon balm ke dalam secangkir air panas selama 5 – 10 menit. (Jika anda sedang dalam pengobatan thyroid, bicarakan ke dokter anda, karena dengan meminum teh ini, berarti dosis pengobatan anda harus disesuaikan lagi).
![]() |
Sage |
Chamomile dan Valerian, juga berguna sebagai obat tidur, sudah banyak dijual bebas di toko-toko.
Pertama, Cobalah untuk tidur pada jam yang sama setiap malam, karena tubuh manusia memang dirancang dengan jam biologis dan membutuhkan rutin tidur yang baik. Kebiasaan yang baik akan menjadikan diri kita teratur.
Kedua, Cobalah untuk meningkatkan aktivitas Anda di siang hari, termasuk aktivitas seperti olahraga teratur. Dengan lebih aktif di siang hari, Anda akan lebih mudah untuk terlelap di malam hari. Peredaran darah akan lebih lancar dan tubuh akan membutuhkan istrirahat.
Ketiga, Hilangkan semua kecemasan ketika tidur. Jangan biarkan diri Anda memikirkan kesalahan yang telah Anda perbuat tadi siang. Lepaskan semua beban berat yang ada di hati! Sangat penting, minta maaf bila merasa telah berbuat salah kepada orang-orang disekitar sebelum tidur, dan sebaliknya tentu saja melapangkan hati dan memberi maaf untuk orang-orang yang berbuat salah kepada anda.
Keempat, Kurangi makan dan minum berlebihan sebelum tidur, juga sebaliknya jangan tidur dalam keadaan lapar sekali atau kering kerontang. Hal ini bisa sangat menganggu kenyamanan anda. Menghindari beberapa jenis makanan dan minuman tertentu, seperti yang mengandung kafein dan nikotin (rokok) kadang perlu untuk beberapa orang, walau memang beberapa tipe lainnya tidak ngaruh dengan hal ini.
Kelima, Buatlah suasana kamar tidur kita senyaman mungkin. Bisa dengan cara mengatur tingkat pencahayaan, dimatikan lebih baik agar tubuh lebih relaks, begitu juga dengan mengatur suhu dan kelembapan, sesuai pilihan yang kita inginkan (yang mungkin hanya berlaku untuk segelintir orang saja ^^).
Keenam, Sebelum tidur, hindari aktivitas yang membuat penasaran, seperti nonton film yang berepisode atau chattingan dengan topik berantai. ckckck...
Terakhir dan yang paling utama, Berdo'alah sebelum tidur semoga tidur kita dijauhkan dari hal-hal buruk. Jangan lupa berwudhu, hal ini berguna untuk membersihkan dan merelaks-kan tubuh kita dari rutinitas sebelumnya.
Demikian, semoga Bermanfaat!!! Dan katakan Selamat tinggal Insomnia...! FIGHTING! ^_^
Sumber: Beberapa artikel kesehatan, seperti http://www.webmd.com dan lain-lain.
artikelnya bagus dan bermanfaat, sy boleh dong minta tolong untuk diterapi?
BalasHapusmakasih....tp maaf sy bukan therapis, mas/mba. ^^
Hapusoh klo bg2 sy boleh dong konsultaasi via chat? sy kemungkinan t'kena insomnia akut kayaknya bisa dibantu ya mbak yg baik hati n pinter,
Hapusini fb sy http://facebook.com/sinichi.inde.midle kita chat yah
haha...gayamu tamyis! Sinichi di'? ckckck.... :P
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus