Dikit-dikit Antibiotik? Jangaaaannn!!!
Antibiotik adalah obat yang paling banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh Bakteri, yang biasa disebut Infeksi. Contohnya Amoksisilin, Azthromycine, dan Levofloxacin . Obat ini sering sekali diresepkan untuk menyembuhkan batuk dan flu, padahal tahukah kita bahwa batuk dan flu itu disebabkan oleh virus, bukan oleh bakteri. Maka bila seperti itu apakah penyakit akan sembuh bila pemberian obat tidak tepat sasaran? Yang parahnya lagi, jenis obat ini menjadi sangat laku untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak membutuhkannya, dapat dibeli secara bebas oleh masyarakat awam dan kosumsinya dengan dosis yang tidak tepat (seperti tidak habis atau putus-putus). Sehingga hal ini dapat mengakibatkan resistensi (kekebalan) mikroorganisme tertentu. Dan tahukah kita? Bila resistensi terjadi maka penderita akan mudah terserang penyakit.
Pada kondisi penyakit tertentu, seperti batuk dan flu, tubuh sebaiknya diberi kesempatan untuk dapat melawan sendiri zat asing yang masuk dan merusak, hal ini penting untuk membentuk antibodi tubuh kita. Kecuali bila batuk dan flu memang sudah terjadi kira-kira seminggu, tak kunjung sembuh dan sangat mengganggu, maka sebaiknya periksalah ke dokter, dan pemberian obat ini tak boleh asal saja, tetapi perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu, mungkin virus, alergi, dan sebagainya.
Keseringan meminum antibiotik juga dapat membunuh Bakteri baik yang ada di usus besar. Padahal bakteri baik (probiotik) ini sangat berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh, selain itu juga dapat mencegah kolonisasi bakteri E.coli dan Salmonella yang sering mengakibatkan penyakit diare, kembung, sembelit, dan penyakit perut lainnya.
Kemudiaan tidak sampai disitu, dilansir dari detikhealth.com efek samping dari antobiotik, selain yang telah dipaparkan sebelumnya adalah sebagai berikut:
1.Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.
2. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.
3. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.
4. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.
Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian. Serta jangan dikit-dikit antibiotik.
Pada intinya, antibiotik memang perlu, tapi seperti obat lainnya, perlu bijak dalam menggunakannya, bila tidak perlu, maka pilih alternatiif obat lain yang memang pas dengan penyakit kita. Sekali lagi Bijaklah dalam memilih obat, terutama obat yang mudah didapatkan dipasaran. Memang murah dan mudah, tak perlu ke dokter untuk konsultasi, tapi ingat efek buruknya! Mungkin tidak sekarang, tapi akan dirasakan dikemudian hari. Untuk itu, konslutasikan kepada dokter, jangan ragu-ragu bertanya apakah pengobatan penyakit anda memang benar-benar perlu antibiotik atau paling tidak konsulatasi kepada Apoteker tempat anda membeli obat, selain itu sering-sering update informasi yaaaahhhh!Terima kasih.
Pada kondisi penyakit tertentu, seperti batuk dan flu, tubuh sebaiknya diberi kesempatan untuk dapat melawan sendiri zat asing yang masuk dan merusak, hal ini penting untuk membentuk antibodi tubuh kita. Kecuali bila batuk dan flu memang sudah terjadi kira-kira seminggu, tak kunjung sembuh dan sangat mengganggu, maka sebaiknya periksalah ke dokter, dan pemberian obat ini tak boleh asal saja, tetapi perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu, mungkin virus, alergi, dan sebagainya.
Keseringan meminum antibiotik juga dapat membunuh Bakteri baik yang ada di usus besar. Padahal bakteri baik (probiotik) ini sangat berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh, selain itu juga dapat mencegah kolonisasi bakteri E.coli dan Salmonella yang sering mengakibatkan penyakit diare, kembung, sembelit, dan penyakit perut lainnya.
Kemudiaan tidak sampai disitu, dilansir dari detikhealth.com efek samping dari antobiotik, selain yang telah dipaparkan sebelumnya adalah sebagai berikut:
1.Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.
2. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.
3. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.
4. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.
Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian. Serta jangan dikit-dikit antibiotik.
Pada intinya, antibiotik memang perlu, tapi seperti obat lainnya, perlu bijak dalam menggunakannya, bila tidak perlu, maka pilih alternatiif obat lain yang memang pas dengan penyakit kita. Sekali lagi Bijaklah dalam memilih obat, terutama obat yang mudah didapatkan dipasaran. Memang murah dan mudah, tak perlu ke dokter untuk konsultasi, tapi ingat efek buruknya! Mungkin tidak sekarang, tapi akan dirasakan dikemudian hari. Untuk itu, konslutasikan kepada dokter, jangan ragu-ragu bertanya apakah pengobatan penyakit anda memang benar-benar perlu antibiotik atau paling tidak konsulatasi kepada Apoteker tempat anda membeli obat, selain itu sering-sering update informasi yaaaahhhh!Terima kasih.
.jpg)

asal jangan dikonsumsi berlebihan aja ya mbak
BalasHapusiya, berlebihan g boleh, kurang juga g boleh, jadi sesuai porsinya sj, seperlunya sj ^_^
BalasHapus